Posisi saat ini: Rumah / Pesan / Manchester United Tersandung Lagi: Risiko Sepak Bola Ruben Amorim yang Belum Juga Jadi

Manchester United Tersandung Lagi: Risiko Sepak Bola Ruben Amorim yang Belum Juga Jadi

Penulis:Wartawan Olahraga Tanggal:2025-01-02 00:30:02
Dilihat:162 Pujian
Manchester United Tersandung Lagi: Risiko Sepak Bola Ruben Amorim yang Belum Juga Jadi
Ekspresi lesu Lisandro Martinez dkk usai gawang Manchester United dijebol gelandang Newcastle, Joelinton, Selasa (31/12/2024). (c) AP Photo/Dave Thompson

Manchester United kembali menghadapi kekalahan, kali ini dengan skor 0-2 melawan Newcastle di Premier League. Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun di liga, sekaligus memperpanjang tren negatif mereka tanpa mencetak satu gol pun.

Situasi ini semakin menegaskan krisis performa yang tengah melanda Setan Merah di bawah pelatih baru, Ruben Amorim. Kekalahan tersebut memperlihatkan banyak masalah, mulai dari pemain yang terlihat kehilangan kepercayaan diri hingga sistem permainan yang belum memberikan hasil positif.

Joshua Zirkzee menjadi simbol kejatuhan United saat ia dicemooh oleh pendukung sendiri, dalam perjalanan ditarik keluar sebelum turun minum. Para pemain tampak tak nyaman dengan peran mereka di lapangan, menambah keraguan terhadap pendekatan taktik Amorim.

Dengan jadwal padat dan minimnya waktu untuk membangun fondasi, sang pelatih Portugal harus menyelesaikan masalah tim secara instan.

1 dari 3 halaman

Sistem yang Belum Berjalan dan Pemain yang Hilang Arah

Salah satu kritik utama terhadap Manchester United saat ini adalah pendekatan taktik yang diterapkan Amorim. Diogo Dalot, yang biasanya bermain sebagai bek kanan, sering terlihat terlalu jauh maju di sisi kiri lapangan. Penempatan ini membuatnya sulit memberikan kontribusi yang efektif, bahkan hanya bisa memberikan umpan sederhana ke tengah tanpa menghadirkan ancaman dari sisi lebar.

Situasi serupa terjadi pada Noussair Mazraoui di sisi kanan. Sementara itu, Matthijs de Ligt yang diharapkan menjadi pilar pertahanan, tampak kesulitan menghadapi pergerakan Alexander Isak. Bahkan Lisandro Martinez, pemain yang dianggap paling cocok dengan formasi ini, tampil di bawah standar.

Kekacauan ini menunjukkan bahwa para pemain United belum sepenuhnya memahami atau nyaman dengan sistem yang diterapkan. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Amorim untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain sekaligus memperbaiki sistem yang ada.

2 dari 3 halaman

Membangun Harapan di Tengah Tekanan

Amorim sendiri mengakui bahwa menjual ide permainan di tengah hasil buruk adalah tantangan besar. "Dengan hasil buruk, sangat sulit menjual sebuah ide," ungkapnya sebelum kekalahan dari Newcastle. Ia memahami bahwa tugasnya adalah meyakinkan para pemain, publik, dan manajemen klub tentang visinya untuk United.

Namun, tanpa perubahan signifikan dalam performa, United berisiko memulai pembangunan kembali tim di posisi yang lemah. Amorim tidak dituntut untuk langsung meraih trofi, bahkan absennya United dari kompetisi Eropa musim depan bisa dianggap sebagai peluang untuk fokus membangun tim. Namun, performa seperti sekarang tidak bisa diterima.

Bagi Amorim, musim ini adalah tentang menciptakan fondasi, bukan sekadar fungsi. Tetapi jika kekalahan terus berlanjut, harapan untuk membangun kembali tim yang kompetitif bisa memudar sebelum visi itu benar-benar diwujudkan.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris 2024/2025

Komentar

Kirim komentar
Galat kode pemeriksaan, silakan masukkan kembali
avatar

{{ nickname }}

{{ comment.created_at }}

{{ comment.content }}

IP: {{ comment.ip_addr }}
{{ comment.likes }}